IDENTIFIKASI LAPISAN AKUIFER MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI PERUMAHAN ARZA GRIYA MANDIRI JAMBI

Irfan Afifuddin, Rustan Rustan, Tika Restianingsih

Abstract


Sumber daya air merupakan hal penting bagi masyarakat karena air merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup termasuk manusia. Meningkatnya populasi manusia disertai dengan perkembangan sektor pembangunan mengakibatkan kebutuhan akan air bersih sangat tinggi. Di sisi lain, pencemaran lingkungan dan pemanasan global telah menyebabkan sumber air bersih di permukaan terus berkurang. Perlu dilakukan eksplorasi air tanah bawah permukaan untuk memenuhi kebutuhan terhadap air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sebaran dan kedalaman lapisan akuifer, yang berpotensi menyimpan cadangan air bawah tanah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode geolistrik resistivitas konfigurasi schlumberger. Akuisisi data dilakukan menggunakan 16 lintasan dengan panjang masing-masing lintasan yaitu 200 m. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak Res2Dinv dan perangkat lunak Surfer. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dari 16 lintasan pengukuran, lapisan akuifer yang dapat diinterpretasi mengandung air tanah terletak antara 1035’50’’ - 1036’40’’ Lintang Selatan dan 103030’50’’ - 104031’40’’ Bujur Timur mengarah ke selatan dengan kedalaman 50 - 100 meter.

Keywords


Akuifer; Geolistrik; Konfigurasi Schlumberger; Sumber Daya Air

References


1. Kodoatie, R. J. (2021). Tata ruang air tanah. Penerbit Andi.

2. Purwantara, S., Pramono, H., Khotomah, N., Rusadi, D. S., & Digsinarga, S. A. (2012). Studi Air Permukaan di Wilayah Topografi Karst Gunung Kidul. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

3. Kette, O., Sutaji, H. I., & Bernandus, B. (2020). Interpretasi Pola Penyebaran Batuan Dan Daerah Terakumulasi Air Tanah Menggunakan Metode Magnetik Desa Oematnunu Kabupaten Kupang. Jurnal Fisika: Fisika Sains dan Aplikasinya, 5(2), 133–138.

4. Noor, R. H., Ishaq, I., Jarwanto, J., & Priono, D. (2020). Eksplorasi Akuifer Air Bawah Tanah Menggunakan Metode Tahanan Jenis 2d Di Desa Selaru Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Al Ulum Jurnal Sains Dan Teknologi, 5(2), 74–82.

5. Dzakiya, N. (2021). Pengantar Geofisika Eksplorasi. AKPRIND PRESS.

6. Bisri, M. (2012). Air Tanah. Universitas Brawijaya Press.

7. Santosan, L. W., & Adji, T. N. (2018). Karakteristik Akuifer dan Potensi Airtanah Graben Bantul. UGM PRESS.

8. Vebrianto, S. (2016). Eksplorasi Metode Geolistrik: Resistivitas, Polarisasi Terinduksi, dan Potensial Diri.

9. Walker, J., Serway, R. A., Jewett, J. W., Tipler, P. A., Mosca, G., Ohanian, H. C., ... & Palm III, W. J. (2013). Halliday & Resnick Fundamentals of Physics (Extended 10th Edition).

10. Hendrajaya, L., & Arif, I. (1990). Metode Geolistrik Tahanan Jenis. ITB, Bandung..

11. Usman, B., Manrulu, R. H., Nurfalaq, A., & Rohayu, E. (2017). Identifikasi Akuifer Air Tanah Kota Palopo Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Konfigurasi Schlumberger. Jurnal Fisika Flux: Jurnal Ilmiah Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat, 14(2), 65–72.

12. Telford, W. M., Telford, W. M., Geldart, L. P., & Sheriff, R. E. (1990). Applied geophysics. Cambridge university press.




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/jkfi.18.3.173-178

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.